Rabu, 29 Januari 2014

Mr. Bak - Ruko Royal Marina Semarang

Mumpung mau Imlek , mau bahas Mr. Bak aja deh..  resto yang menyediakan menu favorit orang chinese... Apakah itu ? Yup... Its pork ( bak = pork ) .  Sekarang di Semarang sudah mulai bermunculan resto yang mengekspose Pork / Bak / B2 , mulai dari Bryan's, My Babi ( belum sempet nyobain ) dan kali ini Mr. Bak.
Langsung aja yuk meluncur.....

Mr. Bak ini terletak di lokasi komplek Ruko Royal Square Marina ( sederetan sama Cafe du Portrait dan R.E.D. ) , bagi yang belum tahu ruko itu bisa cari jalan menuju arah Pantai Marina, nanti di sisi kiri akan terlihat deretan ruko nah di situlah ruko-ruko tersebut berjejer.

Sudah terlihat dari namanya , tentu saja menu yang disajikan disini adalah menu B2 ( non halal ) , jadi tidak ada menu yang halal di sini. Begitu masuk ruangan, akan tercium aroma khas minyak babi , jadi ya kita gak mungkin nemukan aromatherapy jasmine ataupun jeruk disini hehehe...

Eksterior Mr. Bak , di luar ada meja kursi untuk duduk juga

Suasana tempat duduk lt. 2
Menu-menu yang tersedia sudah pasti bertema babi :D

Lembar Menu Makanan
Berikut menu-menu yang sempat kami coba :

Salah satu menu rekomendasi gw , renyah kulit ngoyangnya

hmmm.. Samcan.. Enak nih, sayang saus tauconya kurang banyak,
Pas pedesss banget... gak tahan pedesnya jadi cuman makan dikit

Ini favorit hubby, maklum dia sukanya yang daging-daging gak suka samcan
Kalau ini favorit mami dan adek gw, bagi gw agak kepedesan
Overall soal menunya namanya babi dimasak apa aja enak hehe dan rasanya sesuai selera lidah semarang juga sih , biarpun untuk satu persatu menu belum tentu yang terenak di smg hehe.. seperti babi gorengnya gw tetap lebih seneng punya lapo :D.  Untuk minumannya sih standar kami pesan teh saja, harganya juga standar kota Semarang.
Oiya..Kalau lagi makan di R.E.D bisa juga pesan menu di Mr. Bak nti diantar ke R.E.D karena mereka bertetangga hehehe..

--------------
Mr. Bak
Ruko Royal Square A / 23
Marina - Semarang
Ph. 024-7663-1657

Selasa, 28 Januari 2014

Simple Grilled Shrimp a.k.a Udang Cabe Bawang

Asyiiik gw akhirnya dapat langganan penjual udang di Kudus , yang kualitasnya bagus dan harganya oke dibanding di pasar. Nama penjualnya Mbak Mus, Jualannya pakai sepeda di Gang satu di depan Mbak Mar ( penjual daging babi , langganan gw juga :D ). Hmmm kenapa sudah 3 tahun lebih di Kudus baru tahu ya..  #info gak penting :D

Awalnya mau bikin udang tepung karena pas dapet udang yang lumayan gede lah. Tapi ... pas sore2 browsing websitenya Jaden steamy kitchen malah nemu resep ini. Bumbunya cuman 3 macem , Jaden nyebutnya Trinity in chinese food . ( Bawang putih, jahe dan daun bawang ), tapi kemudian ditambah cabe merah. Habis lihat resep itu jadi pengen banget nyoba, pas beneran semalem dibeliin hubby pan grill ( yg rencana mau untuk ngegrill ayam :P ) jadilah sekalian uji coba pan grill yang baru. Kalau resep aslinya di grill pakai bakaran BBQ gitu. Cari yang sederhana ya pakai pan grill ini aja , tetap enak kok ^,^ 



Bahan ala mama Karen :
1/2 kg Udang yang lumayan besar, misalnya udang jerbung,  buang kepalanya( belah punggungnya buang uratnya ). Kulit dan ekor tidak perlu dibuang.
5 siung bawang putih digeprek cacah ( kalau ukuran bawang putihnya kecil boleh ditambah )
3 buah cabe keriting
3 batang onclang ( dirajang kecil-kecil )
1/2 jempol jahe ( untuk diparut )
1 sdt garam
1/2 bh jeruk nipis utk diperas airnya
2 sdm minyak sayur , kalau gak ada ya pakai minyak goreng hehe
10 batang tusuk sate cuci bersih dulu kalau perlu pakai air panas hehe..


 

Cara memasak :
1. Udang yang sudah dibersihkan beri perasan air jeruk nipis diamkan bentar kemudian cuci lagi.
2. Campur Udang dengan bawang putih, onclang , cabe merah keriting, kemudian beri  parutan jahe dan taburi garam sambil diaduk dengan tangan supaya lebih mantap :D
3. Beri minyak dan aduk kembali
4. Diamkan sekitar 20-30 menit



5. Siapkan tusuk sate , tusuk bagian dekat kepala dulu secara berurutan , baru ambil satu tusuk lagi untuk ujung dekat ekor.
6. Urapkan bumbu-bumbu ke udangnya
7. Panaskan pan grill , kuas sedikit mentega atau minyak goreng supaya gak lengket



8. Taruh udang yang sudah ditusuk, api jangan terlalu besar
9. Setelah bagian bawah berwarna merah, balik ganti bagian atas nya.
10. Kalau bagian tengahnya sudah putih dan bagian ekor sudah merah muda berarti sudah matang , angkat dan sajikan bersama tumisan bumbu yang tertinggal di pan.
11. Makan langsung dengan nasi hangat terasa harum jahenya. Mak nyuuuussss.....

Hubby juga suka banget. ^__^ *happy




Waktu matang , Karen ikut-ikutan bilang lapar dan maem..maem, waktu gw lagi moto udangnya dia mau selalu dekat dan main ambil terus hehehe.. ngotot minta udangnya , begitu makan sepotong kecil langsung cepat-cepat cari air kepedasan...:D . Untuk menghibur Karen saya rebuskan udang lagi dan saya beri garam dikit untuk bumbu , dan makanlah Karen udang rebus tersebut dengan nasi hangat.. Sukaaaaa dia ..



======
Note :
* Gw buatnya sudah lepas kulit karena sama "sus" sudah terlanjur dikupas semua atas instruksi gw juga sih hehe , karena kebiasaan begitu beli dikupas dan dibersihkan baru disimpan di lemari es. Padahal untuk tampilan lebih cantik dengan kulitnya , dan dagingnya pasti juga lebih juicy karena tidak kena teflon langsung.

* Kalau suka bawang putih , cabe keriting dan daun bawang boleh ditambahkan karena enak banget untuk dicocol ke udangnya.

* Tanpa tusuk sate juga bisa langsung di grill di pan , namanya udang dimasak cara apa saja enak ^3^

Senin, 27 Januari 2014

Ayam Cabe Garam

Dulu kalau di Semarang seringnya pesan tahu cabe garamnya holiday hehe enak soalnya. Tapi sekarang beberapa resto lainnya juga sudah menyediakan berbagai masakan dengan tema cabe garam, selain tahu , ada ayam, udang, buncis , dan cumi. Memang dimasak cabe garam itu rasanya simple tapi sedep gimana gitu.

Nah beberapa waktu lalu di tabloid Saji dibahas resep Ayam Cabe Garam, gw baru sempet nyobain kemarin. Kalau di resep asli pakai ayam potong , gw pakai paha fillet .

Ini caps resepnya :
Bahan yang gw pakai :
2 paha ayam fillet ( beli di supermarket ) ,gw iris kotak-kotak kemudian boleh dikasih perasan jeruk nipis dikit biar lebih seger
5 bawang putih geprek cacah ( 1/4 bagian untuk dicampur sama rendaman ayam )
1 batang daun onclang ( gak punya daun bawang soalnya )
1 sdt minyak wijen
3 cabe merah keriting rajang kecil-kecil
1 sdt garam
Merica
1 sdm tepung maizena 
Minyak untuk menggoreng
1 sdm mentega untuk menumis


Cara memasak  :
1. Rendam potongan ayam bersama garam, merica, minyak wijen , bawang putih , aduk rata kemudian taburi maizena . Diamkan sekitar 30 - 1 jam supaya bumbu meresap.
2. Siapkan minyak panas agak banyak, masukkan ayam yang sudah direndam, goreng sebentar hingga matang kemudian tiriskan.
3. Kosongkan wajan, beri mentega kemudian tumis bawang putih, cabe merah, kalau sudah wangi dan bawang putih kecoklatan ( tapi tidak gosong yaaa... ) masukkan potongan daun bawangnya / onclang  kemudian masukkan ayam yang sudah digoreng tadi. Boleh tambahkan sedikit merica supaya wangi
4. Aduk rata , tidak perlu terlalu lama, sajikan ^^



Note :
* Karena paha yang gw pakai tidak berkulit , jadi maizena berfungsi untuk melapisi supaya daging ayam tidak keras saat digoreng, tapi bagi yang doyan kering gak perlu dilumuri maizena
* gw pakai mentega yang sudah asin jadi tidak gw tambahkan garam lagi saat mencampur ayam dengan tumisan bawangnya, tapi bagi yang mau lebih asin bisa ditambahkan garam

Sabtu, 25 Januari 2014

R.E.D - Ruko Royal Marina [ 2 ]

Tiga tahun lalu ( dah lama ya ternyata.. ) saya pernah bahas R.E.D tapi cuman beberapa foto menunya saja di sini . Setelah beberapa saat dan cukup lama juga sejak saya pindah di Kudus jarang mampir baru minggu lalu bisa makan lagi di sini . Red cafe ini ( banyakan orang nyebut .. hehe ) ternyata sudah jadi 3 ruko ( dulu asal muasalnya cuman satu ruko kemudian disambung ke sebelah kanan, dan akhirnya sekarang tambah ke sebelah kiri ) . Itu tandanya banyak penggemarnya juga nih si red. 

Selain menunya yang enak dan tambah banyak, disini masih gratis air dingin dan boleh refill sampai puas. Airnya masih berupa infused water ( air diberi buah seperti lemon, jeruk biarpun cuman sepotong kecil sih :P ) . Jadi kalau misal gak mau pesen minum juga bisa aja hehehe...  Tanpa lama-lama yuk nikmati sebagian menu baru yang ada disini, termasuk foto spanish churrosnya yang dulu ketlingsut hehehe..

Sekarang R.E.D 3 ruko  

plafondnya kalau bersihin ribet juga keliatannya
Interior lt 2
Pose dulu sama pohon hehe..
Banyak ornamen 'tanaman' ( tanaman plastik ) di bagian dalamnya

Jumat, 24 Januari 2014

Kedai Gula Jawa - Singosari , Semarang

Kedai Gula Jawa merupakan ekspansi dari Pelangi cafe letaknya sama-sama sederet di Jl. Singosari, Semarang. Bedanya di pelangi fokus menu-menu western dan es krim sedangkan di Gula Jawa ada menu Indonesianya juga walaupun belum banyak variasinya.

Di Kedai Gula Jawa area nya jauh lebih luas dari Pelangi , sehingga bisa menampung lebih banyak tamu , termasuk area parkirnya juga, terutama untuk parkir sepeda motornya gak minim banget seperti Pelangi punya.


Begitu masuk kita disambut interior yang homey dengan nuansa kayu yang divernis dan sebagian di cat putih . Background kayu, meja kayu dan kursi kayu,  plafond-plafond juga dominan kayu.  Konsep interior kamar mandinya juga unik, termasuk pintu masuk kamar mandi yang dari kayu panel hehe.. 

Interior lantai 1
Meja kursi dari panel-panel kayu
Konstruksi balok baja nya diexpose
Siapa mau ? hehehe.. Kahlua or Baileys ?
Assecories di area kamar mandi hehehe cute ya..
 Anak tangga ke lantai 2 juga dibuat dari papan kayu yang ditopang oleh struktur baja, tapi tidak menempel ke tembok kanan kiri. Jadi kalau kita naik terasa goyang-goyang inul dikit. Pertama Karen naik dia agak ketakutan , karena kok tangga ikut goyang-goyang, tapi setelah beberapa saat malah kesenangan, gantian mamanya yang was-was hehe soalnya karen malah loncat-loncat.

Rabu, 15 Januari 2014

Babi Kecap

Dulu gw pernah masak babi kecap ngikutin resep salah satu teman, tapi rasanya kurang cocok karena banyak pakai rempah , jadi rasanya jadi seperti babi kecap herbal hehe.. Pas mami semarang masakin kok ternyata rasanya enak sesuai lidah gw , resep mami bagi gw jauh lebih simple dan gampang dibuat. Bahan juga jauh lebih sederhana. Yang paling penting hubby juga suka banget, padahal dia bukan penggemar pork hehehe.. Ini pas saya masak porsi sedikit untuk coba-coba.

Bahan : 
250 gr daging babi has dalam ato sam can ( untuk daging pilih yang ada lemaknya dikit  , tanya tukang jual babinya kalau bingung hehehe ). Daging potong kotak-kotak termasuk minyaknya
4 siung bawang putih geprek cacah
1 buah pekak 
Kecap manis
Garam
Merica
Telor rebus kupas kulitnya
Tahu ( dipotong kotak goreng dulu.. kalau mau pakai , di resep ini saya tidak pakai )
1lt air mendidih
Sedikit minyak

Cara memasak : 
1. Tumis dengan sedikit minyak bawang putihnya
2. Setelah agak wangi masukkan daging-dagingnya semua masak hingga matang ( warna pink jadi  abu-abu coklat ) sambil beri garam 1 sdt
3. Biasa akan keluar minyak dan kaldu dari dagingnya , hati-hati saat menggoreng jangan sampai lengket dengan wajan karena bisa jadi gosong
4. Setelah matang masukkan pekak dan beri kecap manis sekitar 4-5 sdm , sekalian masukkan air mendidihnya. Air harus mendidih supaya daging tidak jadi ulet dan lebih cepat mendidihnya. Masukkan juga telor dan tahunya.
5. Diamkan dengan api kecil supaya bumbu menyerap dan daging empuk ( wajan bisa diberi tutup ) , sekitar 20-30 menit.
6. Setelah bumbu meresap dan daging empuk , baru tambahkan merica .




 
Note :
*jika air kurang karena terserap daging, bisa ditambahkan dikit-dikit ( catatan air harus panas supaya suhu tidak turun )
* Bagi yang tidak terlalu suka aroma pekak, pada saat setengah jalan mengempukkan daging pekak bisa dikeluarkan atau bisa juga saat setelah matang saat manasi babi kecap nya. 
* Kalau kurang manis bisa ditambahkan gula , karena kecap manis yang dipakai kan beda-beda kemanisannya
 

Jumat, 03 Januari 2014

Udang Lempit / Udang Oriental

Inspirasinya datang karena gw dulu di Semarang suka banget sama Udang Lempitnya pringgading , harganya juga lumayan ( dulu lebih dari 5 th lalu kalau gak salah per porsi sudah 50 ribu lebih, sekarang gak tahu berapa hehe ) , ternyata di Golden Resto ( salah satu resto yang cukup baru di Kudus ) ada menu bernama Udang Oriental, harga per porsi 32 K , dengan  8 potong udang lempit , rasa hampir sama dengan Pringgading punya bedanya punya Golden ada separo telur puyuh rebus di bagian tengahnya, mungkin supaya keliatan besar dan pemakaian udang lebih sedikit hehe.. maklum harga udang sekarang lagi mahal juga. Pas gw beli di pasar kemarin harga 1/4 kg nya Rp. 25.000,- untuk ukuran udang yang lumayan besar .
Nah resep ini sih hasil coba-coba karena lagi pengen banget udang lempit dan hubby juga suka ma Udang oriental , ternyata biarpun belum persis tapi miriplah rasanya hehe , namanya juga udang dimasak apa saja tetap enak :D

Bahan Adonan --> dicampur semua : 
200 gr udang ( kupas kulit dan buang hitam-hitamnya kemudian dicacah  / digiling )
Garam
Merica
1 sdt minyak wijen
Sedikit angciu
2 kuning telor kocok
1 sdm tepung sagu
---
Biji wijen untuk bagian atas

Roti tawar 1 kotak dibagi 6 ( sebagai alas adonan )

Minyak untuk menggoreng

Cara membuat : 
1. Bahan adonan semua dicampur merata
2. Ambil 1/2 sdm kemudian taruh di potongan roti tawar kemudian taburi bagian adonan dengan biji wijen
3. Goreng dengan minyak panas api kecil bagian yang ada udangnya dulu, baru setelah matang dibalik goreng bagian alas roti tawarnya tapi sebentar saja karena kalau terlalu lama bisa terlalu coklat / gosong
4. Angkat dan tiriskan , makan ma saos sambal atau bisa bikin saus sendiri ( Saus tomat + air + gula + minyak wijen + air tepung kanji utk mengentalkan )




Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...