Pages

Selasa, 31 Maret 2015

Sushi Mini Chicken Teriyaki

Baru ingat kalau punya nori yang belum kepakai, sambil melihat bahan di kulkas kepikir eksperimen buat sushi dengan isian chicken teriyaki. 
Resep nasinya juga dapat dari teman saya bu Ira hahaha thanks again bu :D

Bahan nasi  : 
Nasi putih yang sudah matang 
cuka 1 sdt campur dengan sedikit gula campurkan ke dalam nasi aduk-aduk tujuannya supaya nasi bisa lengket

Bahan sushi : 
Nori ( saya pakai punya Mamasuka ) jadi ukurannya kecil-kecil hehe
Ayam teriyaki ( chicken teriyaki ) 

Bahan salad : 
wortel rajang tipis / diparut
kol rajang tipis ( pas gak ada stock :D )
Tambahkan sedikit cuka dan garam ke rajangan wortel dan kol ( simpan di lemari es ) 
Selada


Berhubung sudah malam , jadi foto seadanya karena cuman modal cahaya lampu kamar

Cara buat ayam teriyaki : 
1. Fillet ayam potong kecil-kecil memanjang
2. Rendam / marinade dengan bumbu teriyaki sekitar 2-3 jam supaya meresap, saya pakai Kikkoman punya
3. Panaskan sedikit minyak untuk menumis, tumis bawang bombay dan ayam yang sudah dibumbui dengan teflon
4. Aduk hingga matang

Cara membuat sushi : 
1. Siapkan gulungan untuk menggulung sushi
2. Lembarkan nori , ratakan sekitar 1 sdm nasi di atas nori
3. Taruh potongan ayam di atas nasi
4. Gulung dan padatkan nasinya
5. Sajikan dengan mayonaise dan salad . Mayonaise bisa diganti dengan saus teriyaki yang untuk masak ayamnya atau kecap jepang.

Sate Jamur dengan bumbu kecap ala sate kambing

Lama banget blognya gak diurus , karena selain komputer lagi sering nge hang juga lagi gak eksperimen masak . Termotivasi sama salah-satu teman yang nyasar di blog saya dan dia cocok sama resepnya ( thanks ya Van :D) 

Kemarin di toko hubby dapat jamur tiram seger bangettt n lumayan banyak satu plastik gede. Sampai rumah langsung digoreng tepung sebagian, tapi karena saya sendiri lagi puasa gorengan akibat batuk yang belum sembuh total jadinya gak ikutan makan hehe..

Hubby minta jamur yang masih ada banyak itu dibikin sate jamur akhirnya saya nanya ke temen WB yang suka masak , bu Ira , siapa tahu ada resep sate jamur yang agak beda dengan punya saya sebelumnya  ( resep sate jamur ) . Dan memang betul punya bu Ira sedikit beda dengan saya punya dan lebih simple bumbunya. Thank u bu Ira *hugs





Bahan :
Jamur tiram segar, buang akarnya ( rebus bentar dengan air dan garam ) 

Mentega 1 sdm 
Kecap manis secukupnya

Bahan kecap campur semua : 
1 buah tomat buang biji , potong-potong kotak
5 siung bawang merah rajang tipis
1/2 buah jeruk nipis, untuk perasan
Kecap manis sekitar 5 sdm 
merica

Pelengkap : daun selada segar

Cara memasak :
1. Panaskan mentega dengan teflon / fry pan   , tumis jamur yang sudah direbus ( peras airnya sampai agak kering , bisa dengan towel tissue ) 

2. Tumis sambil tuangkan kecap manis
3. Kalau sudah kecoklatan tiriskan
4. Berhubung namanya sate gak afdol kalau gak ditusuk dan gak ada gosong-gosongnya hehe, jadinya saya tusuk jamur yang sudah ditumis dan 'bakar' dengan api kompor ( gak punya bakaran soalnya hehe.. )
5. Nikmati bisa disiram langsung dengan bumbu kecap kambing , bisa juga dipisah. Nikmati dengan nasi hangat yummmmyyy.... 

Di balik sesi foto  sate jamur ini, saat saya mau ambil selada di lemari es, saya taruh sate yang masih seorang diri di meja, si Karen langsung cepat-cepat bilang "Foto dulu mah.. foto dulu" dan sambil keluar masuk dia bilang "Mana mah , kamera Karen yang ijo bentuk nya persegi panjang itu lho... " memang kameranya lagi saya simpan jadi Karen tidak menemukannya. Akhirnya dengan ala fotografer dia beraksi memfoto duluan hehehe.. 


Like Mother Like Daughter ^,^
Di bawah ini hasil jepretan Karen dengan kamera yang pernah dicuci di bawah air Kran sama Karen karena waktu itu kotor kena cat , hebatnya kameranya masih bisa untuk foto , tentu saja setelah dikeluarkan baterai dan tidak dinyalakan sampai benar-benar kering. 
Tapi lensanya udah agak buram-buram , tutup baterai juga hilang entah jatuh dimana hehe.. 

Rabu, 28 Januari 2015

Foto Khas Instagram ( always shot from top )

Mulai kenal IG ( Instagram ) biarpun account IG saya gak aktif-aktif banget , membuat saya jadi sering memoto makanan dari atas , padahal dulu-dulu selalu mempertahankan konsep 3D nya dengan mengambil dari sudut miring dan komposisi 1/3 dari depan.

Setelah dengan IG gak jarang juga format ratio kamera saya langsung saya set di 1 : 1 tujuannya supaya foto yang dihasilkan langsung persegi sesuai dengan ketentuan di IG . Selain itu pengalaman memfoto dari atas tidak jarang 'memalukan' terutama saat tidak bawa lensa wide tapi lensa  portrait, alhasil saya harus berdiri dan mengangkat kamera di tangan tinggi-tinggi sambil menutupi ketek supaya tidak ada pingsan wkwkwk.. *just kidding. Tapi memang begitu kenyataannya, sehingga gak jarang juga jadi pusat perhatian orang lain, dipikir ini orang niat-niat banget moto sampe segitunya. Apalagi kalau lagi makan sama mami , pasti bakal dimarahin duluan sebelum dapat foto yang sreg, karena kelamaan dan malu jadi tontonan hihihi...

Saat saya melihat-lihat foto lama saya ternyata memang akhir-akhir sebagian besar foto yang saya upload selalu foto yang dari atas hehehe..  Yah... memang IG berhasil menciptakan trend baru khususnya shot from top.  Di bawah ini sekedar sharing hasil koleksi ala IG saja




Senin, 05 Januari 2015

Chung Gi Wa - Korean Resto BBQ

HAPPY NEW YEARRRR EVERYBODY...biarpun sudah terlambat beberapa hari , yang penting masih di bulan Januari :D . Sebagai review tempat kuliner di awal tahun , saya persembahkan Chung Gi Wa.... tet tret tet..*suara trompet :D


Chung Gi Wa ini sebenarnya sudah gak terlalu baru di Semarang, sudah lama direkomen sama hopeng saya si Cindy , dan sudah lama juga mau nyobain tapi selalu gagal karena  tiap kali saya ke Semarang tempat ini selalu penuh ( terutama saat jam makan ) , jadinya baru sempat cobain kemarin dan pas di jam tidak makan ( sekitar jam 3 sore ).  Hasilnya puasssss.. selain rasanya yang memang enak, tempatnya juga nyaman dan yang unik adalah filtrek / penyedot asap di tiap mejanya benar-benar eye catching :D .



Interior dengan penyedot asap yang terekspose pipa-pipanya
Suasana interiornya dibuat seKorea mungkin, dengan dominasi warna dan perabot kayu. Sedangkan penyedot asap yang eyecatching-nya itu terbuat dari logam seperti warna tembaga / bronze. 

Berhubung datang tidak di jam makan, kami langsung terlayani , waiternya langsung memperkenalkan diri, cekatan dan siap menjawab apa saja soal menu-menu di Chung Gi Wa. 







Ini penampakan buku menunya. Menunya tidak terlalu banyak, karena memang Chung Gi Wa ini fokus di menu beef n pork grilled aja. Jadi disini tidak ditemukan menu seperti sosis atau seafood BBQ. Bagi yang suka menu kuah / suki disini juga tersedia paketnya. 

Selasa, 28 Oktober 2014

Penne Aglio Olio with Chicken and Horenzo

Alooohhaaaa... blogku.. lama banget gak ngupdate blog ternyata pengunjung tiap harinya malah bertambah dan ternyata ada komentar-komentar di blog yang tidak terkonfirmasi karena ternyata setting untuk komentarnya tidak direct ke notif email hihi... jadi maafkan saya..

Saat ini saya sedang diet ketat, karena mendadak tes darah kolestrol saya cukup tinggi ( biasa normal-normal aja ), memang terakhir sering kuliner dan gak jaga makan ditambah sudah jarang banget nyaris gak pernah olahraga sejak punya anak, mana lagi kalau pas anak sakit pasti malamnya bergadang. Yaah.. jadi banyak faktor untuk membuat kolestrol saya naik deh ..

Sore ini mendadak bisa pengen buat spaghetti aglio olio, pas di lemari es ada sisa fillet ayam dan 2 ikat bayam horenzo organik . Langsung deh masuk dapur mau buat.. eh tapi ternyata spaghetti saya ketlingsut (alias gak ketemu ) , berhubung sudah lapar dan nemunya penne .. alhasil gak jadi masak spaghetti tapi jadinya masak penne hehe... sama pastanya juga sih. Hasilnya juga sangat memuaskan dan simple banget.



Bahan :
Penne ( kira-kira untuk porsi 2 orang )  direbus dengan sedikit garam dan sedikit minyak
2 potong fillet ayam  ( beli di supermarket biasa sudah potongan2 memanjang ) 
3 siung bawang putih  ( digeprek cacah )
2 cabe merah kriting ( dirajang )
Horenzo ( bayam jepang ) sesuai selera , saya pakai 3 bonggol
Garam

Cara memasak :
1. Potong bonggol horenzo dan blansir dengan air mendidih
2. Siapkan pan , beri sedikit minyak kemudian masukkan bawang putih, cabe dan ayam , garam,  aduk-aduk dengan api sedang hingga ayam matang
3. Masukkan horenzo sambil terus diaduk , masukkan penne yang sudah direbus dan tambahkan sedikit garam
4. Bila minyak bawang cabe sudah merata dengan penne matikan api dan sajikan

Gampang dan enak :D

Sabtu, 21 Juni 2014

De Cafe - MG Suites lt. 2 - cocok untuk nongkrong

Satu lagi cafe yang cocok untuk nongkrong di Semarang, dengan maskot dua beruang imut ^,^ . Letaknya memang bukan di jalan raya langsung tapi mudah dijangkau dan di tengah kota Semarang. Dari jalan Gajah Mada cuman masuk kira-kira 200 meter , dari jalan raya juga terlihat bangunan tinggi bertuliskan MG Suites. Di situlah letak De Cafe ini. Untuk kendaraan pribadi juga bisa parkir masuk ke MG Suites kemudian tinggal cari saja petunjuk pintu masuk De Cafe , letak tepatnya di lt.2 di sisi kolam renang.


Begitu masuk kita akan disambut dengan pemandangan kolam renang dan beberapa sofa di samping kolam renang , yang letaknya tepat di depan pintu masuk De Cafe.  Masuk ke dalam interiornya pun awalnya terkesan kecil karena cuman disambut dengan counter dan sebuah meja makan dengan 4 kursi.

Rabu, 18 Juni 2014

New Florian Ice Cream

Setelah lebih dari 10 tahun akhirnya saya menginjakkan kaki ke tempat ini lagi. Tempat ini sudah berubah total dari terakhir saya kesana untuk beribadah, karena memang dulu gereja saya beribadah di lt.2 tempat ini. Yup... Sekarang Florian yang merupakan salah satu pelopor 'cafe' es krim di Semarang berubah wajah menjadi sebuah tempat nongkrong yang cozy dan modern. Cukup terkejut juga waktu masuk pertama kali karena benar-benar dirombak total. Walaupun proses renovasi sebenarnya sudah lama tapi baru sempat saya mencicipi nya hari Minggu kemarin.

Tempat duduk yang disediakan sekarang lebih banyak, dan lt.2 pun dirombak menjadi sebuah arena playground untuk anak-anak. Dengan biaya Rp. 20.000,- per anak , anak-anak bisa main sepuasnya. Tempat nya amat dan bersih sekali. Untuk bermain anak-anak harus memakai kaos kaki, kalau tidak membawa bisa beli kaos kaki seharga Rp. 12.000,- sepasang.

Kembali ke nuansa cafenya, sofa-sofa dan kursi yang ada didesain dengan warna pastel dikombinasi dengan unsur-unsur kayu. Ditunjang dengan pencahayaan yang pas membuat betah nongkrong berlama-lama.

Menunya sekarang jauh lebih lengkap untuk pilihan es krimnya, biarpun untuk makanan / snack tidak banyak pilihan , dan harga-harganya relatif mahal, tapi untuk beli nuansa ya ok lah. Tidak ada minuman lain selain yang berbau es krim. Jadi kita tidak bisa pesan es teh disini hihihi, tapi air minum disini masih free dan seger.

Interior



Tanpa Plafond membuat kesan ruang semakin luas
Betah nongkrong berlama-lama sambil ngemil dan nge-es
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...