Pages

Kamis, 06 Maret 2014

Strawberry Mojito

Muncul ide nyobain ini pas Koh Benny ( photographer ) nitip daun mint di gelael katanya mau dibikin mojito, karena pengen tahu penampakan mojito jadi langsung search-search resepnya di net . Pas kemarin minggu ke gang baru ternyata ada penjual sayur yang jual daun mint juga dengan harga lebih murah dari gelael. Harga 1/2 ons cuman 3 ribu perak hehe..

Terus pas perjalanan pulang ke Kudus ( dari Semarang ) pas bawa pick up jadi bisa mampir beli papan untuk alas foto sekalian murah selembar cuman 10 ribu hehe daripada bikin sendiri kan ribet ^^

Jadilah eksperimen moto-moto berikut ini , dari puluhan foto ternyata cuman dikit yang bikin puas hehe ternyata moto minuman gak gampang ( apalagi saya bukan penggemar minuman soda dan manis ), tapi menantang juga . Karena ini ajang berlatih memfoto minuman, jadi banyak foto dari berbagai sudut dan sedikit editan warna ( main contrast n color balance )




Bahan : 
6 buah strawberry ukuran besar ( potong jadi 3 atau 4 bagian )
10 lembar daun mint
1 kaleng air soda ( tawar )
Simple Syrup ( saya membuat dengan air sekitar 50 ml + gula pasir 100 gr kemudian direbus hingga gula menyatu dengan air )

Strawberry utuh dan daun mint untuk hiasan

Selasa, 04 Maret 2014

Udang Bakar Madu # 2 ( ala Mang Engking )

Nyobain bikin udang bakar madu nya mang engking. Sebenarnya rasanya tidak terlalu istimewa tapi kalau di mang engking , udang yang dipakai besar dan gemuk jadi disitulah keistimewaannya.

Pas tadi dapat udang yang lumayan besar biarpun tidak sebesar punya mang engking. Jadilah eksperimen bikin udang madu mang engking.

Dari browsing resep-resep di net dan hasil coba-coba , jadilah resep ini , tapi udangnya tidak saya bakar melainkan saya grilled pan. Gak nyangka juga untuk bikin udang madu ini bahan yang dipakai untuk mengoles banyak juga , gak heran harganya jadi mahal hehehe..

Bahan :
12 udang ukuran besar ( kalau ada yang jumbo lebih baik )
Perasan air Jeruk nipis / lemon

Bahan bumbu olesan:

Saos tomat ( hampir 1/2 botol ukuran .... )
3 sdm kecap manis
3 sdm madu
1/2 sdt garam
Saos sambal ( bisa 2 sdm atau sesuai selera )
--
* 4 batang tusuk sate ( rendam bentar di air supaya tidak gosong / panas )
*minyak banyak untuk menggoreng

Cara memasak :
1. Cuci udang terutama bagian dalam kepalanya di aliran air kran supaya kotorannya keluar
2. Belah kulit punggung dan buang uratnya
3. Beri air jeruk nipis atau lemon , diamkan sekitar 10 menitan kemudian cuci lagi dengan air bersih
4. Siapkan tusuk sate, tusuk udang masing-masing 3 ekor
5.  Campur semua bahan saos, oleskan pada udang merata terutama di bagian belahan punggung. Sisakan sekitar sepertiga bumbu olesan untuk dipakai membakar.
6. Diamkan sekitar 30 menit supaya bumbu menempel
7. Siapkan minyak panas , goreng udang sebentar saja hingga berubah warna kemerah-merahan

Udang yang sudah digoreng sebentar

Snaps : Black Canyon - Rinjani

Baru sekali ini saya masuk Black Canyon Candi , dulu -dulu cuman sering dibungkusin sama mama menu goreng-gorengnya , mama saya sendiri juga nitip ma temannya hihihi.. Karena gak tau kenapa tiap kali saya ajak mama bilang menunya banyak yang kurang suka. Belum lihat sendiri sudah ngejudge hehehe..
Akhirnya minggu kemarin berhasil merayu mama untuk ikutan ke sini.
Baru tahu beliaunya bahwa menu disini macem-macem dan akhirnya justru mama saya  sendiri yang mencoba paling banyak.
Berhubung mama paling gak sabar kalau nunggu saya moto , jadi ya motonya terpaksa seadanya dan sekenanya ya hehehe..

Black Canyon merupakan franchise yang spesialis menu Thailand ( saya termasuk penggemar masakan thai juga :D ) . Jadi yang pasti rata-rata hampir semua menu yang kami pesan cocok dengan lidah kami.  Kebetulan tenggorokan saya lagi sakit jadi gak bisa nyobain sendiri menu-menu gorengan dan spicy nya hix hix...

Ini pesanan adik saya, terasa rasanya seger , asam pedas dan salmonnya gak amis

Ribs nya enak banget.. tanpa siraman saus tapi bumbu sudah meresap dan empuk dagingnya

Senin, 24 Februari 2014

Waroeng Pati ~ Spesialis Menu Naga dan Sori

Kota tetangga Kudus terdekat adalah Pati , yang mana juga merupakan salah satu kota bila kita mengendarai mobil dari Semarang menuju Surabaya. Seperti kota-kota transit lainnya, di Pati kita juga bisa menemukan tempat yang cocok untuk kuliner dan istirahat sejenak, sebelum melanjutkan perjalanan lagi.  Yang sudah biasa perjalanan melewati Pati pasti sudah tahu Kios Kacang Dua Kelinci , biasa kita sering mampir di toiletnya karena super bersih sekalian beli kacang prestonya hihihi..  Nah tempat makan satu ini letaknya satu kompleks dengan Kacang Dua Kelinci , karena memang Dua Kelinci yang berekspansi ke bisnis kuliner sekitar 2 tahun lalu.Tempat ini bernama .. Waroeng Pati....


Biarpun namanya Waroeng ( warung ) , bentuknya sama sekali jauh dari warung, justru lebih menyerupai tempat wisata, biarpun tidak terlalu luas. Soal suasana,  arsitektur dan ornamen Jawa Tengah mendominasi dan yang pasti di sini banyak spot untuk foto-foto. Ada beberapa spot favorit seperti ayunan, gebyok, pinggir kolam, dan di pendoponya.


Ornamennya tidak lepas dari Dua Kelinci sebagai produsen kacang :D

Rabu, 19 Februari 2014

Just Snap Shoot ~ Pizza Hut

#Latepost# :D 
Kesibukan sebagai ibu rumah tangga, jadi mesti prioritaskan keluarga dulu , apalagi punya anak berusia toddler yang lagi aktif-aktifnya mengeksplorasi membuat tidak bisa berlama-lama menyentuh laptop. Mau curi-curi waktu saat Karen tidur juga tidak mudah  , karena ada banyak kesibukan lain selain ngeblog hehehe.. ( misalnya : masak, tata2 rumah, membaca, dan me time ^^ ) 

Kali ini gak banyak review cuman mau post aja foto-foto di pizza hut . 
Salah satu menu pinggiran pizza terbaru dari Pizza Hut adalah Cheesy Ria , bagi penyuka keju , menu ini wajib dicoba ^^







Selasa, 18 Februari 2014

Pangsit Udang Salad - Menu Dimsum

Menu dimsum ini biasa tersedia di restaurant chinese food,  biasa disebut salad udang karena disajikan dengan mayonaise , tapi bentuk nya lebih seperti pangsit udang karena memakai kulit yang digoreng.
Untuk membuatnya benar-benar gampang dan cepat. 



Bahannya :
250 gr udang kecil ( kupas semua , bersihkan dan cuci, boleh diberi jeruk nipis / lemon dulu supaya tidak amis )

1/2-1 sdt Garam 
Merica 
1 sdt Minyak wijen 

Bahan saos mayonaise : 
3 sdm mayonaise ( saya pakai mayumi )
50 ml susu uht tawar
sedikit perasan jeruk nipis 
susu kental manis secukupnya ( sesuai selera ) 

Cara membuat : 
1. Campur semua udang dengan garam, merica, dan minyak wijen, aduk-aduk merata , diamkan sekitar 15-20 menit
2. Masukkkan sekitar 2- 3 ekor udang yang sudah dibumbui ke dalam kulit.  Cara melipat kulit : lipat bentuk segitiga, katupkan tepi segitiganya , bikin kerutan .
3. Siapkan minyak panas dengan api sedang goreng udang yang sudah dibungkus
4. Setelah berwarna kuning keemasan merata , angkat dan tiriskan minyaknya

Cara membuat saos mayonaise : 

Campur semua bahan saos aduk merata, cicipi sesuai selera ( ada yang suka asam, manis ) 
Kalau mau mayonaise yang agak manis tinggal tambah mayonaise dengan susu kental manis atau gula cair.


Sajikan bersama 'pangsit' udangnya. 




Senin, 10 Februari 2014

Sendok Bebek - Noodle and Rice

Sendok Bebek, kalau dengar nama tersebut bayangannya seperti sendok yang untuk sop ya..( coba saja digoogling : sendok bebek , pasti yang keluar gambar sendok melulu hehehe.. )  tapi jangan salah.. ini nama salah satu resto yang tergolong baru di Semarang, dimana menu unggulannya mie , kalau disambung-sambungkan ya boleh juga sih nama itu karena untuk nyendok kuah mi kan pakai sendok bebek ^,^

Sebenarnya gak sengaja mampir ke Sendok Bebek, karena pas Januari kemarin ada undangan pemberkatan nikah di Gereja dekat Sendok Bebek ini tepatnya di Jl. Gayam, jadi mampir sekalian disana untuk makan siang ( sekalian kuliner :P ).

Eksteriornya cukup eye catching dengan dominan warna hitam dan merah . Lahan parkir juga lumayan luas , biarpun kami parkir di luar area karena pada saat itu parkirannya sudah penuh.

Begitu masuk interiornya langsung menarik mata gw , karena disambut dengan background potongan-potongan kayu yang dirangkai , seperti sarang burung gitu. Suasana interiornya juga dominan kayu dan warna merah . Disana juga dibagi ruang smoking dan non smoking , berhubung ruang non smoking sudah penuh jadi kami di ruang smoking ( yang pada saat itu lagi gak ada orang merokok , jadi bebas dari asap :)  )

Ikutan nampang dulu...

So eye catcing ^3^
 Selain potongan kayu tersebut ada satu sisi yang cukup menarik mata juga , yaitu area kasir , karena di bagian meja kasirnya ditempeli mangkok , lumayan juga ya kalau jatuh :P 

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...