Pages

Rabu, 18 Juni 2014

New Florian Ice Cream

Setelah lebih dari 10 tahun akhirnya saya menginjakkan kaki ke tempat ini lagi. Tempat ini sudah berubah total dari terakhir saya kesana untuk beribadah, karena memang dulu gereja saya beribadah di lt.2 tempat ini. Yup... Sekarang Florian yang merupakan salah satu pelopor 'cafe' es krim di Semarang berubah wajah menjadi sebuah tempat nongkrong yang cozy dan modern. Cukup terkejut juga waktu masuk pertama kali karena benar-benar dirombak total. Walaupun proses renovasi sebenarnya sudah lama tapi baru sempat saya mencicipi nya hari Minggu kemarin.

Tempat duduk yang disediakan sekarang lebih banyak, dan lt.2 pun dirombak menjadi sebuah arena playground untuk anak-anak. Dengan biaya Rp. 20.000,- per anak , anak-anak bisa main sepuasnya. Tempat nya amat dan bersih sekali. Untuk bermain anak-anak harus memakai kaos kaki, kalau tidak membawa bisa beli kaos kaki seharga Rp. 12.000,- sepasang.

Kembali ke nuansa cafenya, sofa-sofa dan kursi yang ada didesain dengan warna pastel dikombinasi dengan unsur-unsur kayu. Ditunjang dengan pencahayaan yang pas membuat betah nongkrong berlama-lama.

Menunya sekarang jauh lebih lengkap untuk pilihan es krimnya, biarpun untuk makanan / snack tidak banyak pilihan , dan harga-harganya relatif mahal, tapi untuk beli nuansa ya ok lah. Tidak ada minuman lain selain yang berbau es krim. Jadi kita tidak bisa pesan es teh disini hihihi, tapi air minum disini masih free dan seger.

Interior



Tanpa Plafond membuat kesan ruang semakin luas
Betah nongkrong berlama-lama sambil ngemil dan nge-es

Minggu, 18 Mei 2014

Family Resoles [ Photoshoot ]

Resoles ini buatan mami semarang, sekaligus resep keluarga, jadi dah dari jaman mak dulu kalau bikin resoles juga rasanya seperti ini . Resepnya dulu pernah saya upload, tapi dengan foto seadanya dengan kamera pocket. Berhubung lagi semangat nyobain lensa baru, jadi lah memfoto resoles mami sebagai objek percobaan. Resep di blog http://eat-love-and-dream.blogspot.com/2011/04/family-resoles.html Sekalian re-write resepnya disini .



Sabtu, 10 Mei 2014

Ngoyang Babi

Holaaa.. haloooo... Lama gak update blog , dikarenakan kesibukan di rumah dan browsing , jadi setiap online belum sempat membuka blog sendiri hehe..

Kali ini mau sharing resep ngoyang babi.. bisa diganti dengan daging ayam .

Awalnya bikin ini melihat tukang jualan ngoyang di pasar gang baru , waktu itu sudah siang jadi pasar sudah sepi, gerobak ngoyang tersebut lagi mangkal dan saya beli untuk bawa pulang. Dari situ sempat melihat ada ngoyang mentah yang mana kulitnya ternyata memakai kulit lumpia ! Karena selama ini saya tidak pernah memikir kalau ngoyang itu pakai kulit lumpia hehe.. mikirnya kulitnya susah , memang ada yang khusus jual ngoyang pakai kulit kembang tahu, tapi jauh lebih njlimet pastinya.

Nah beberapa hari kemudian saya bereksperimen membuat ngoyang  , di lemari es juga masih ada sedikit daging babi giling , bumbu ngoyang juga punya, tinggal beli kulit lumpia di ADA seharga Rp. 4.200,- isi 10 lembar.  Jadi langsung iseng2 coba dan akhirnya berhasilll sodara2. Dengan daging sedikit bisa bagi-bagi sama mertua juga. Biarpun gak banyak cukuplah untuk cemil-cemil hihi...

Bahan : 
100 gr daging babi giling ( kira2 aja sih kemarin 3 sdm munjung )
1 telor ayam kocok ( pilih yang kecil saja )  
3 sdm tepung sagu
5 batang daun brambang ( rajang kecil-kecil ) 
1/2 sdt bubuk ngoyang / ngohiong ( beli di supermarket sudah berupa wadah kecil tinggal tabur )
Garam
Merica
5-6 lembar kulit lumpia dibagi 2 ( karena besar ) 
Minyak untuk menggoreng

Cara membuat : 
1. Kocok telor, beri garam, merica, bubuk ngoyang, dan daun brambang , kocok rata
2. Masukkan daging
3. Aduk rata sambil diberi tepung sagu sedikit-sedikit supaya merata dan adonan mengental tidak terlalu lembek supaya mudah untuk digulung kulit


4. Ambil kulit lumpia, beri isian sekitar 1 sdm ceper ratakan di tengah kemudian gulung, dan tekan kedua ujungnya supaya menutup
5. Goreng dengan minyak panas api sedang kalau kulit sudah kering dan kecoklatan angkat kemudian tiriskan



Untuk saosnya saya tidak membuat sendiri karena tidak punya bahan ( biasa yang dijual pakai saus taoco atau saos tomat yang ada seperti parutan lobaknya ) . Kali ini saya coba cocol dengan saos bangkok Indofood rasanya cocok juga hehe..

Selamat mencoba.



Sabtu, 12 April 2014

Ayam Saus Lemon

Awalnya masak ini nemu resep di pinterest, juga pas ada diskonan lemon di hypermart. Bahannya sederhana , cuman memang banyak wadah dan alat yang dipakai hehe


Bahan Ayam :
2 paha fillet ( tanpa tulang dan kulit ) *boleh pakai dada filet
2 sdm Kecap asin
Sejumput garam

Bahan adonan tepung (  campur semua ) :
2 telor ayam dikocok
1/3 gelas blimbing tepung maizena
1/2 sdt baking powder
Garam
Merica

Minyak banyak untuk menggoreng

Bahan saus lemon ( campur semua ) :
1 gelas blimbing air ( sekitar 150 ml ) *air bisa diganti air kaldu ayam
2-3 sendok syrup lemon ( saya pakai sunquick )
3 sdm gula pasir
2 sdm maizena
4-5 tetes Pewarna kuning ( bisa di skip, saya pakai karena kebetulan punya , biasa untuk main cat Karen :D )

Irisan Lemon untuk garnish

Cara memasak ayam :
1. Potong-potong daging ayam seukuran sekali makan ( sekitar 2 cm )
2. Rendam dengan kecap asin dan sedikit garam, selama 30 menitan , bisa ditaruh di lemari es
3. Masukkan ayam yang sudah dibumbui ke dalam adonan tepung
4. Siapkan minyak panas, api sedang masukkan daging ayam satu persatu dengan sendok ( supaya ayam tidak saling menempel dan adonan tepung bisa ikut melapisi ayam / agak tebal )
5. Kalau tepung sudah matang angkat  dan tiriskan

Cara membuat saos lemon :
1. Siapkan panci kecil atau bisa pakai teflon, beri sedikit minyak ( sekitar 1 sdm )  panaskan, kemudian masukkan bahan saus lemon sambil diaduk - aduk hingga mengental dan warnanya bening.
2. Boleh ditambahkan potongan lemon saat merebus saos
3. Kalau suka asam bisa ditambahkan sedikit perasan air lemon
4. Siram ayam dengan saus, sajikan hangat bisa dimakan dengan brokoli rebus dan nasi hangat.. Yummy ...



Kamis, 06 Maret 2014

Strawberry Mojito

Muncul ide nyobain ini pas Koh Benny ( photographer ) nitip daun mint di gelael katanya mau dibikin mojito, karena pengen tahu penampakan mojito jadi langsung search-search resepnya di net . Pas kemarin minggu ke gang baru ternyata ada penjual sayur yang jual daun mint juga dengan harga lebih murah dari gelael. Harga 1/2 ons cuman 3 ribu perak hehe..

Terus pas perjalanan pulang ke Kudus ( dari Semarang ) pas bawa pick up jadi bisa mampir beli papan untuk alas foto sekalian murah selembar cuman 10 ribu hehe daripada bikin sendiri kan ribet ^^

Jadilah eksperimen moto-moto berikut ini , dari puluhan foto ternyata cuman dikit yang bikin puas hehe ternyata moto minuman gak gampang ( apalagi saya bukan penggemar minuman soda dan manis ), tapi menantang juga . Karena ini ajang berlatih memfoto minuman, jadi banyak foto dari berbagai sudut dan sedikit editan warna ( main contrast n color balance )




Bahan : 
6 buah strawberry ukuran besar ( potong jadi 3 atau 4 bagian )
10 lembar daun mint
1 kaleng air soda ( tawar )
Simple Syrup ( saya membuat dengan air sekitar 50 ml + gula pasir 100 gr kemudian direbus hingga gula menyatu dengan air )

Strawberry utuh dan daun mint untuk hiasan

Selasa, 04 Maret 2014

Udang Bakar Madu # 2 ( ala Mang Engking )

Nyobain bikin udang bakar madu nya mang engking. Sebenarnya rasanya tidak terlalu istimewa tapi kalau di mang engking , udang yang dipakai besar dan gemuk jadi disitulah keistimewaannya.

Pas tadi dapat udang yang lumayan besar biarpun tidak sebesar punya mang engking. Jadilah eksperimen bikin udang madu mang engking.

Dari browsing resep-resep di net dan hasil coba-coba , jadilah resep ini , tapi udangnya tidak saya bakar melainkan saya grilled pan. Gak nyangka juga untuk bikin udang madu ini bahan yang dipakai untuk mengoles banyak juga , gak heran harganya jadi mahal hehehe..

Bahan :
12 udang ukuran besar ( kalau ada yang jumbo lebih baik )
Perasan air Jeruk nipis / lemon

Bahan bumbu olesan:

Saos tomat ( hampir 1/2 botol ukuran .... )
3 sdm kecap manis
3 sdm madu
1/2 sdt garam
Saos sambal ( bisa 2 sdm atau sesuai selera )
--
* 4 batang tusuk sate ( rendam bentar di air supaya tidak gosong / panas )
*minyak banyak untuk menggoreng

Cara memasak :
1. Cuci udang terutama bagian dalam kepalanya di aliran air kran supaya kotorannya keluar
2. Belah kulit punggung dan buang uratnya
3. Beri air jeruk nipis atau lemon , diamkan sekitar 10 menitan kemudian cuci lagi dengan air bersih
4. Siapkan tusuk sate, tusuk udang masing-masing 3 ekor
5.  Campur semua bahan saos, oleskan pada udang merata terutama di bagian belahan punggung. Sisakan sekitar sepertiga bumbu olesan untuk dipakai membakar.
6. Diamkan sekitar 30 menit supaya bumbu menempel
7. Siapkan minyak panas , goreng udang sebentar saja hingga berubah warna kemerah-merahan

Udang yang sudah digoreng sebentar

Snaps : Black Canyon - Rinjani

Baru sekali ini saya masuk Black Canyon Candi , dulu -dulu cuman sering dibungkusin sama mama menu goreng-gorengnya , mama saya sendiri juga nitip ma temannya hihihi.. Karena gak tau kenapa tiap kali saya ajak mama bilang menunya banyak yang kurang suka. Belum lihat sendiri sudah ngejudge hehehe..
Akhirnya minggu kemarin berhasil merayu mama untuk ikutan ke sini.
Baru tahu beliaunya bahwa menu disini macem-macem dan akhirnya justru mama saya  sendiri yang mencoba paling banyak.
Berhubung mama paling gak sabar kalau nunggu saya moto , jadi ya motonya terpaksa seadanya dan sekenanya ya hehehe..

Black Canyon merupakan franchise yang spesialis menu Thailand ( saya termasuk penggemar masakan thai juga :D ) . Jadi yang pasti rata-rata hampir semua menu yang kami pesan cocok dengan lidah kami.  Kebetulan tenggorokan saya lagi sakit jadi gak bisa nyobain sendiri menu-menu gorengan dan spicy nya hix hix...

Ini pesanan adik saya, terasa rasanya seger , asam pedas dan salmonnya gak amis

Ribs nya enak banget.. tanpa siraman saus tapi bumbu sudah meresap dan empuk dagingnya

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...