Pages

Rabu, 29 Juli 2026

Chicken Salted Egg

Request-an anak pengen dimasakkin salted egg, padahal awal dulu dia ditawarin gak mau mulu, begitu nyobain jadi ketagihan dan baru sekarang sempat dokumentasi. Kebetulan dikasi orang telor asin dan di depan rumah juga tumbuh pohon korokeling (daun kari) langsung eksekusi Chicken Salted Egg versi ekonomis karena putihnya ikut dipakai wkwk...

Rabu, 22 April 2026

Mongolian Beef

Pas dibeliin paksu daging sapi, pengen bikin olahan yang gampang dan cepet, tadinya mo bikin asem-asem daging tapi pas pohon blimbing wuluh tetangga sedang gak berbuah. Akhirnya pakai bahan yang ada bikin Mongolian Beef ala-ala, dan yang pasti anak wedok suka banget.



Kamis, 09 Oktober 2025

Sunshine Studio - Lokasi Shooting drama "Mr. Sunshine"

Bermimpi menginjak Sunshine Studio sejak tahun 2018 akhirnya my dream come true, tercapai pada Maret 2023. Sampai saat blog ini ditulis, area ini juga belum dibongkar. Mengingat drama "Mr. Sunshine" sudah berakhir pada September 2018. 

Lokasi Sunshine Studio terletak di Nonsan, lumayan jauh dari Seoul memakan waktu sekitar 1,5 jam bila naik KTX dari Stasiun Yongsan menuju Stasiun Nonsan, nyambung naik bus lokal, dan jalan kaki sekitar 10-15 menit untuk mencapai lokasi studio.

 



Stasiun Nonsan


Turun dari bus ke arah kanan jembatan penyeberangan
Jalan menuju Sunshine Studio

Sampai di Sunshine Studio langsung disambut sama area penjualan tiket. Saat itu ada poster drama Pachinko yang pernah shooting di sini. 



Setelah masuk langsung disambut bangunan Hotel Glory ditambah OST Mr. Sunshine mengalun di seluruh area yang luas membangkitkan nostalgia.





Hotel Glory terdiri dari 2 tingkat, lantai 1 berisi ruang pameran beserta audio visual yang memutar trailer Mr. Sunshine. Segala pernak-pernik drama dipajang di sini, termasuk foto pasangan Eugene-Aeshin, buku puisi Aeshin, segala pecah belah, hingga boneka matryoskha. Ada juga ruang tamu dengan pemandangan jendela tinggi yang juga dipakai shooting Jeong Nyeon: The Star is Born, saat Jeong Nyeon mencoba sepatu (ep 5)









 

  


Di lantai 2 Hotel Glory sekarang difungsikan sebagai kafe sekaligus tempat pameran, salah satunya untuk majang senapan yang dipakai Aeshin saat sebagai sniper. 






Data senapan

Menu yang bisa dinikmati di kafe ada beberapa pilihan kopi dan sandwich,
cukup untuk asupan jika belum sarapan dan untuk menambah tenaga muterin kompleks ^^




Puas memperhatikan detail-detail Hotel Glory bisa lanjut keluar, siapkan kaki muter bangunan lain






Bersambung....

---

Sunshine Studio Information 
Address90 Bonghwang-ro, Yeonmu-eup, Nonsan-si, Chungcheongnam-do, Republic of Korea.
Operating Hours10:00 AM to 6:00 PM.
ClosedEvery Wednesday.
Admission FeeAdults 10,000 won, Teenagers 8,000 won, and Children 6,000 won.
Inquiries+82-1811-7057 
Instagram: @sunshinestudio_kr


Minggu, 05 Oktober 2025

Tomato Eggs Recipe

Di rumah baru berlimpah tomat, karena sering dibelikan ma cici ipar, padahal kalau untuk masak cuman kepake 1/2 atau 1 buah. Akhirnya daripada mubazir dan daripada cuman dibikin omelete, pengen nyoba resep yang beda dan yang butuh tomat sebagai bahan lebih banyak.  Taraaa!! jadilah masakan ini dan ternyata rasanya cocok banget di lidah. Tadi cuman bikin sedikit karena untuk sarapan berdua. 


Kamis, 02 Oktober 2025

"No Other Choice" - Review


Sebuah karya terbaru dari Park Chan Wook yang sudah pasti masuk daftar, menantikan gebrakan terkini dari sutradara gila satu ini. "No Other Choice" mendapat review sempurna 100% dari kritikus Rotten Tomatoes (per 2 Oktober 2025), namun sebaliknya, pendapat knetz terpecah antara suka dan tidak suka. Sebagian merasa sangat relate dengan ceritanya. Kubu kecewa pun terbagi antara yang tidak bisa menerima keputusan karakter utama atau kekecewaan karena menaruh ekspekstasi terlalu tinggi pada Park Chan Wook. 

"No Other Choice" tampil jauh lebih sederhana dan lebih relate dengan banyak orang dibanding karya Park Chan Wook sebelumnya, tidak ada plot twist berlapis, intensitas kebrutalan dan kevulgarannya pun rendah, sebaliknya komedi-satir banyak ditonjolkan, membuat penonton ikut tertawa, entah tertawa karena kelakuan para karakter atau menertawakan hidupnya sendiri sebagai sesama korban kapitalisme.

Rabu, 06 Agustus 2025

Takopi's Original Sin (Review)

 


Berawal dari keisengan nonton anime ini di Netflix, dikarenakan penasaran previewnya terlihat menggemaskan namun ratingnya 18+. Langsung dibuka dengan Disclaimer (mengandung topik sensitif, kekerasan, bund*r) padahal tokoh utamanya seorang anak perempuan usia SD. 

Anime yang terdiri hanya 6 episode dengan durasi sekitar 20 menit per episode menyajikan tema kelam namun akrab kita temui di sekitar kita. Bisa jadi berelasi dengan pengalaman pribadi, keluarga, saudara, atau pun tetangga sebelah rumah. Yup, sesuai peringatannya, anime ini mengangkat isu sosial, parenting, pendidikan, hingga trauma.

Bisa ditonton gratis di Youtube Ani-OneIQIYI atau pun berlangganan Netflix 

Senin, 10 Februari 2025

Sapo Tahu

Masakan yang mudah, dengan bumbu yang sama bisa bebas berkreasi dengan banyak bahan sayur dan daging. 
Duluuu.. pernah tulis resepnya di sini, tidak terlalu beda jauh dan versi ini lebih sederhana.


Selasa, 04 Februari 2025

Pastel Tutup

Sudah lama kepengen bikin ini, tapi tertunda terus, ya... karena persiapannya nritik dan lama. Saat sudah ada niat dan ngidam, kucari resep di blog, ternyata resep tidak ketemu, jebul belum pernah ditulis di sini. Sebelum ingatan rasa makin pudar, ada keharusan untuk segera menuliskannya. Boleh dibilang ini salah satu masakan nostalgia dan resep andalan keluargaku. Mami dan para saudara perempuannya bisa membuat pastel tutup ini dengan rasa yang mirip-mirip. Jenis isiannya bukan yang modelan kering, tapi sedikit 'nyemek karena mengandung susu. Tidak menutup kemungkinan resepnya juga dimodifikasi atau ditambahkan bahan sesuai selera. 


Jumat, 13 September 2024

Rabu, 19 Juni 2024

Tengkleng Kambing

Setiap tahun saat Idul Adha, keluarga kami selalu mendapat berkat dari tetangga mushola. Kami ikut menikmati pembagian daging kurban yang berupa kebo, sapi atau pun kambing. Tahun ini berkat yang kami dapat lebih dari biasanya, termasuk berlebih untuk sekeluarga yang hanya beranggota tiga orang.

Selasa, 19 Oktober 2021

Sajak "Di Kebon Binatang"

Seorang wanita muda berdiri terpikat memandang ular yang melilit sebatang pohon sambil menjulur-julurkan lidahnya; katanya kepada suaminya, “Alangkah indahnya kulit ular itu untuk tas dan sepatu!”

Lelaki muda itu seperti teringat sesuatu, cepat-cepat menarik lengan istrinya meninggalkan tempat terkutuk itu.


-Sapardi Djoko Damono “Di Kebon Binatang” ( Mata Pisau,1993, hlm 51)-

Senin, 04 Oktober 2021

Piring di Perjamuan

Kita mengenal sebuah karya seniman terkenal berkebangsaan Italia, Leonardo da Vinci, lukisan berjudul “The Last Supper/Perjamuan Terakhir” yang terselesaikan di akhir abad XIV. Di beberapa rumah orang nasrani Indonesia dipastikan lukisan serupa (tentunya bukan yang asli), terpaku di tembok ruang utama sebagai pengingat makna. Pada lukisan tergambar Yesus beserta kedua belas murid, duduk bersama di sebuah meja panjang. Pada meja terdapat cawan-cawan anggur dan beberapa hidangan yang tentunya diletakan di atas piring-piring. Piring-piring hadir dalam perjamuan. Leonardo melukiskan piring terlihat dari material logam dan keramik. Lukisan merupakan imajinasi dari pelukis, dapat berbeda dengan kejadian sebenarnya. Yesus dan para murid belum tentu duduk di kursi, melainkan lesehan dengan meja pendek. Dan bisa saja piring bukan terbuat dari logam atau keramik melainkan batu atau tanah. 

Terlepas dari cara menata di meja dan bahan pembuatnya, piring dipastikan keberadaannya pada acara itu. Piring menjadi saksi bisu bagaimana cara Yesus memecah-mecah roti dan minum anggur memperingati kesakralan, juga menjalani waktu-waktu terakhir bersama para murid.


Senin, 13 September 2021

Rumah dan Penghuninya

Jepang, paska Perang Dunia II, musim panas tahun 1958, terlihat pada film animasi “Tonari no Totoro”(1988)  besutan Studio Ghibli. Keluarga profesor arkeologi universitas, Tatsuo Kasukabe harus pindah ke pinggiran Jepang, mencari rumah yang berdekatan dengan rumah sakit yang merawat istrinya. Pindah ke rumah baru bersama kedua putrinya, Satsuki berusia 10 tahun dan Mei 4 tahun. Jalan menuju rumah terdapat sungai yang ber-ikan dan ber-kecebong. Di seberang rumah, sawah-sawah membentang. Mereka membeli rumah tak berpagar menyatu dengan hutan berpohon kamfer dan lahan hijau luas mengelilingi. Bangunan rumah sudah reyot, terbuat dari kayu yang sebagian sudah lapuk. 

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...