Pages

Tampilkan postingan dengan label Dream. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dream. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Oktober 2025

Sunshine Studio - Lokasi Shooting drama "Mr. Sunshine"

Bermimpi menginjak Sunshine Studio sejak tahun 2018 akhirnya my dream come true, tercapai pada Maret 2023. Sampai saat blog ini ditulis, area ini juga belum dibongkar. Mengingat drama "Mr. Sunshine" sudah berakhir pada September 2018. 

Lokasi Sunshine Studio terletak di Nonsan, lumayan jauh dari Seoul memakan waktu sekitar 1,5 jam bila naik KTX dari Stasiun Yongsan menuju Stasiun Nonsan, nyambung naik bus lokal, dan jalan kaki sekitar 10-15 menit untuk mencapai lokasi studio.

 



Stasiun Nonsan


Turun dari bus ke arah kanan jembatan penyeberangan
Jalan menuju Sunshine Studio

Sampai di Sunshine Studio langsung disambut sama area penjualan tiket. Saat itu ada poster drama Pachinko yang pernah shooting di sini. 



Setelah masuk langsung disambut bangunan Hotel Glory ditambah OST Mr. Sunshine mengalun di seluruh area yang luas membangkitkan nostalgia.





Hotel Glory terdiri dari 2 tingkat, lantai 1 berisi ruang pameran beserta audio visual yang memutar trailer Mr. Sunshine. Segala pernak-pernik drama dipajang di sini, termasuk foto pasangan Eugene-Aeshin, buku puisi Aeshin, segala pecah belah, hingga boneka matryoskha. Ada juga ruang tamu dengan pemandangan jendela tinggi yang juga dipakai shooting Jeong Nyeon: The Star is Born, saat Jeong Nyeon mencoba sepatu (ep 5)









 

  


Di lantai 2 Hotel Glory sekarang difungsikan sebagai kafe sekaligus tempat pameran, salah satunya untuk majang senapan yang dipakai Aeshin saat sebagai sniper. 






Data senapan

Menu yang bisa dinikmati di kafe ada beberapa pilihan kopi dan sandwich,
cukup untuk asupan jika belum sarapan dan untuk menambah tenaga muterin kompleks ^^




Puas memperhatikan detail-detail Hotel Glory bisa lanjut keluar, siapkan kaki muter bangunan lain






Bersambung....

---

Sunshine Studio Information 
Address90 Bonghwang-ro, Yeonmu-eup, Nonsan-si, Chungcheongnam-do, Republic of Korea.
Operating Hours10:00 AM to 6:00 PM.
ClosedEvery Wednesday.
Admission FeeAdults 10,000 won, Teenagers 8,000 won, and Children 6,000 won.
Inquiries+82-1811-7057 
Instagram: @sunshinestudio_kr


Senin, 04 Oktober 2021

Piring di Perjamuan

Kita mengenal sebuah karya seniman terkenal berkebangsaan Italia, Leonardo da Vinci, lukisan berjudul “The Last Supper/Perjamuan Terakhir” yang terselesaikan di akhir abad XIV. Di beberapa rumah orang nasrani Indonesia dipastikan lukisan serupa (tentunya bukan yang asli), terpaku di tembok ruang utama sebagai pengingat makna. Pada lukisan tergambar Yesus beserta kedua belas murid, duduk bersama di sebuah meja panjang. Pada meja terdapat cawan-cawan anggur dan beberapa hidangan yang tentunya diletakan di atas piring-piring. Piring-piring hadir dalam perjamuan. Leonardo melukiskan piring terlihat dari material logam dan keramik. Lukisan merupakan imajinasi dari pelukis, dapat berbeda dengan kejadian sebenarnya. Yesus dan para murid belum tentu duduk di kursi, melainkan lesehan dengan meja pendek. Dan bisa saja piring bukan terbuat dari logam atau keramik melainkan batu atau tanah. 

Terlepas dari cara menata di meja dan bahan pembuatnya, piring dipastikan keberadaannya pada acara itu. Piring menjadi saksi bisu bagaimana cara Yesus memecah-mecah roti dan minum anggur memperingati kesakralan, juga menjalani waktu-waktu terakhir bersama para murid.


Kamis, 12 Agustus 2021

Mata yang Melihat

“Mata bukan hanya berfungsi melihat, 
mata melihat dalam arti mencari makna dalam dunia 
karena tanpa makna hidup manusia tiada artinya. “ 
(Seno Gumira Ajidarma, Kisah Mata, 2016:129)



Memotret merupakan salah satu kegiatan yang berhubungan erat dengan mata. Kegiatan potret-memotret hal yang lumrah dilakukan di masa kini. Memotret di tahun 1900-an hanya bisa dilakukan oleh kalangan terbatas karena biaya yang tinggi. Memotret yang dulu hanya dilakukan oleh fotografer dengan kamera berukuran besar, kini bisa dilakukan oleh semua orang. Kamera potret tersedia di semua gawai. Produsen gawai berlomba-lomba meningkatkan kualitas potret yang dihasilkan. Tidak puas dengan satu lensa, diberilah dua , tiga, hingga lima lensa dalam satu buah gawai. Masing-masing lensa mempunyai tugas masing-masing. Terdiri dari lensa lebar biasa untuk foto lansekap/pemandangan, lensa potrait dengan bokeh, lensa makro untuk obyek-obyek kecil, lensa tele  yang bisa memotret jarak jauh, dan lensa swa-foto yang terletak di atas layar gawai. Dibekali beragam lensa menjadikan pengguna awam bak fotografer profesional. Hingga lahirlah paradigma, bahwa kamera canggih dan terbaru akan menghasilkan foto yang terbaik. Manusia diperbudak teknologi dan kamera sebagai alat, makna keberadaan mata dan potret sesungguhnya jadi terlupakan.

Dalam buku “Time Traveller” (2013), Darwis Triadi menuliskan “Profesi fotografer itu mungkin tak ada bedanya dengan seniman lukis. Seorang seniman lukis, menangkap sebuah image untuk kemudian dituangkan melalui media cat dan kuas di atas kanvas. Tentu saja ada ikatan batin yang kuat antara objek dan seniman yang bersangkutan agar lukisan yang tercipta memiliki jiwa.” Potret dan lukisan sama-sama merupakan karya seni yang mewakili mata, jiwa hingga kehidupan spiritual senimannya.

Rabu, 24 April 2019

Mengagumi Keindahan Bunga-bunga Musim Semi di Miharashi Hill ~ Hitachi Seaside Park

Semenjak saya kecil, Jepang selalu menjadi salah satu negara impian untuk saya sambangi. Bermula dengan kebudayaannya yang unik, landscape yang memanjakan mata, teknologinya modern dan aneka hal menarik lainnya termasuk pasar tradisional hingga kulinernya.

Seperti kali ini, kunjungan kedua saya ke Jepang bersama suami dan Karen juga penuh dengan memori keindahan. Dengan jadwal yang masih fleksibel, saya memasukkan bukit yang penuh bunga warna biru ke dalam bucket list. Entah kenapa melihat bukit yang berubah warna itu selalu menjadi buruan saya ^.^

Sehari sebelum terbang ke Jakarta saya sempatkan browsing untuk memantapkan urutan jadwal perjalanan kami karena saya memutuskan memakai Tokyo Wide Pass selama 3 hari jadi harus digunakan dan diaktifkan seefisien mungkin. Maklum harga TWP tidak murah bagi kantong kami, namun sangat berguna untuk seputaran Tokyo. Soal TWP akan saya bahas di postingan lain. 

Kami memang memilih waktu musim semi untuk menjelajah Jepang , selain suhu yang masih sejuk juga tentu saja untuk berburu bunga-bunga 4 musim. Pucuk dicinta ulam tiba, jadwal kami bertepatan dengan mekarnya bunga Tulip dan Nemophila Blue di Miharashi Hill ( jadwal mekarnya bunga bisa cek di sini ). Senang bukan kepalang karena mekarnya bunga memang bisa diprediksi tapi kepastian kapan mekarnya bukan tergantung manusia melainkan Tuhan dan alam yang bekerja ^.^


To be continued... Sementara spoiler foto2 dulu yaaaa 






Rabu, 25 Juli 2012

Jadi Food Blogger ?? Siapa Takuuutt ^,^

Wuaaaa... lama banget gak ngeblog resep dan update disini *bersihin sawang di blog* . Yang pasti selain sibuk dengan baby gw yang sudah mulai bisa merangkak kesana kemari *jadi satpam extra , gw punya kesibukan baru yaitu mereview resto dan tempat makan di situs Openrice.com . ( Bagi yang penasaran sama review gw bisa klik sini ) Kenapa mau susah-susah ngereview ? hehehe maklum aja gw lagi kejar rewardnya yang Ipad, camera DSLR, dll yang sangat menggiurkan :P , minimal kejar reward voucher carefour senilai Rp. 500.000,- lumayan banget kan untuk kebutuhan belanja.



Nah karena sudah kebiasaan tiap makan dimana saja gw selalu review, akhirnya sekarang me-review jadi hobby baru. Memang kesannya udik banget , masa tiap kali makan selalu motoin tempat makan, motoin makanan, minuman, exterior sampai mungkin yang ngelihat heran ini cewek 'ndeso banget hahahaha ... Cuman ternyata mereview itu justru asyik banget , bisa menyatukan semua hobby gw mulai merasakan berbagai sensasi rasa makanan yang baru dan berbeda, bisa mencurahkan hobby fotografi dan yang pastinya bisa tetep menajamkan tulisan-tulisan gw ( maklum selama ini gw sulit banget merangkai kata-kata yang indah.. cieee ) . Dari 'tugas' review-review tersebut, sekarang gw merasa ada tantangan baru yaitu sebagai Food Blogger. Sayang kan sudah difoto dan ditulis panjang lebar kemudian dibiarin di hard disk, hehehe kalo diunggah sekalian ke blog selain bisa 'pamer' juga bisa jadi rekomendasi untuk para pembaca, dan siapa tau kapan-kapan bisa menang kompetisi nge-blog hahaha *dreaming mode on

Salah satu Food Blogger yang sangat menginspirasi gw ada inijie.com , pada awalnya si Jie juga iseng foto makanannya pake hp dan raket ( kamera pocket .. bukan DSLR lho sodara sodari ) ,  kemudian dia menulis kesan tempat dan rasa makanan tersebut di blognya , karena kemudian si Jie konsisten selama 6 tahun melakukan hal tersebut akhirnya sekarang Food Photographer justru menjadi profesinya. Ngiler dah kalau liat blognya dia hehehe.. 

Supaya blog ini terupdate terus akhirnya gw putuskan kalau review-review tempat makan gw sertakan sekalian di blog ini , kan tetap bertema EAT :D
Soooo... nantikan terus ya perjalanan kuliner gw ^,^  dan terimakasih sudah mampir / blogwalking disini :D




Rabu, 28 September 2011

Apartment Princess Prosecutor *keren ^^

Serial Korea ini udah gak terlalu baru , udah dari tahun 2010 diputar di Korea nya, tapi di Indo baru diputar bulan Agustus 2011 an , serinya gak panjang. Pertama kali lihat iklan nya di Indos, gw gak tertarik soalnya kesannya suram-suram gimana gitu hahaha.. Tapi setelah nonton seri pertama baru openingnya doang, sudah langsung jatuh cinta, karena ternyata angle-angle, warna, fashion dan interiornya keren-keren, ceritanya juga kerennn hehehe... gak cuman mengumbar cinta-cintaan , tapi ada unsur detektif dan gak mudah ditebak hehe...


Salah satu yang membuat gw jatuh cinta ma ini serial yaitu Apartement yang ditempati oleh 2 tokoh utama di sini yaitu Hye Ri dan In Woo. Mereka tinggal di satu kompleks apartment, tapi beda kamar. Sebenarnya simple banget, gak banyak ruangan, tidak ada pemisah masif di antara ruang. Jadi pada inti nya masing-masing apartment yang mereka tempati hanya punya 1 BR ( bed room ) , yang menyatu dengan living room, kitchen dan pantry, kemudian di luarnya ada balkon yang go green dan bisa melihat area sekitar nya. Hehehe...

Setelah surfing dan browsing sana-sini dan bergoogling ria gw temukan berbagai foto , dan nama apartment tersebut adalah Jukjeon Hillstate apartment, jadi komplek apartment ini terletak di perbukitan, jadi sistem pembagian antar apartmentnya pun mengikuti kountur, gak flat belaka , pokoknya benar-benar tertata hehehe...



 

Eksterior Komplek Apartmen Jukjeon Hillstate

 Balkon di luar tiap-tiap area apartment, kadang bisa komunikasi ma tetangga 


Interior kamar Hye Ri ( cewek ) , ada wallpaper bunga,di headbed nya
warna-warnanya soft & fancy ^^

Interior Bedroom In Woo ( cowok ) warna-warnanya lebih 'maskulin'
tapi keren juga hehehe ^^

 
 Suasana di pantry, bisa melihat ke ruang-ruang lain juga

 Ini bukan interior apartment , tapi interior kantornya In Woo hehehe , 
modern minimalist .. kerenn


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...